Bertemu di persimpangan, bimbang.
Awal tanpa sapa,diam, acuh.
Saling tidak melirik.
Kisahnya, bukan kisahku.
Dunianya, (apakah) duniaku.
Berusaha menerawang dalam remang remang hati.
(belum) terjawab.
Bias, tak terbantahkan, saat harap belum berbuah indah.
Sepiku terlawan.
Datang dan kembali, hal biasa.
Sedikit kukecup sesungging senyum.
Dilempar jauh ke aku.
(masih) bias.
Simponi hitamku, kusenandungkan.
Diiringi ritme hati berharap sunyi pergi.
Mengawang ke langit langit, bayangnya tampak.
Masih saja bias.
Terusir sepiku.
Enyah pula senduku.
Dalam bias, penuh warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar