Minggu, 17 Oktober 2010

-dingin-


Pagi yang sendu.

Baru saja aku membuka mata,
langit sudah menurunkan airnya.

Sore ini pun begitu.

Baru saja ku merencanakan diri untuk bersenang-senang,
kembali air Tuhan menderas mencumbu tanah.

Hingga malam.

Hujan menjadi teman tatap dan ratapku.
Bahkan dirinya tak peduli dengan itu.
Menghujamkan dingin satu hari.
Padahal kita pernah berjabatan tangan, mengapa dirinya tak mau berbagi seteguk kopi hitam itu untuk menghangatkanku walau sedetik saja? Aku menggigil di sini


Blue Stage, 13 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar